Daging Merah Char Siu Minim Bumbu

Jelang Imlek ini saya kepikiran menu daging merah yang khas dibuat masyarakat Tiongkok dan keturunannya sampai sekarang. Selama ini cuma bisa beli dalam paket nasi campur, nasi hainan, mie Jakarta, dan beberapa menu yang memang penyajiannya menempatkan daging merah.

‘Daging merah’ yang saya maksud biasa disebut Char Siu,Β daging ayam/sapi/bebek bahkan seringkali daging babi yang diolah khusus sehingga menjadi berwarna merah. Seringnya dipanggang sebelum dinikmati.

percobaan pertama sudah tampak ada hasilnya :)

percobaan pertama sudah tampak ada hasilnya πŸ™‚

Nah, bagi pecinta coba-coba masak yang minim bumbu, saya sudah mencoba mengolahnya sesederhana mungkin dengan bahan yang tidak begitu banyak. Memang hasilnya tidak se-keren daging merah dengan resep bumbu khusus, tetapi setidaknya bisa tahu bahwa kita bisa membuat menu restoran itu di rumah sendiri.

Ini langkah saya ketika mengolah daging sapi menjadi ‘daging merah’. Masih edisi coba-coba dan pertama kali menggunakan ANGKAK, bahan pewarna khusus untuk menu ini.

Bahan:
1/4 kg daging sapi potong

Bumbu:
1 sdm angkak (Rendam angkak dalam air panas, tiris dan haluskan
4 siung bawang putih (geprek aja)
1 sdt lada bubuk
1 sdm kecap asin raja rasa
1/2 sdt minyak wijen
1 sdt cuka apel
garam secukupnya

Cara membuat:
– Siapkan daging potong dalam wadah
– Masukkan semua bumbu untuk melumuri daging
– Diamkan daging semalaman supaya bumbu meresap dan berwarna kemerahan
– Untuk mengolah sebagai lauk, bisa dipanggang dengan dimasukkan ke alunium foil dulu.
– Kalau belum punya panggangan bisa langsung digoreng juga oke.

Catatan: Untuk proses goreng biar daging tidak terlalu alot, lebih baik potong pipih. Kalau dipanggang aman saja mau ukuran besar juga oke asal perapian merata panasnya

pertama kali menggunakan ANGKAK, pewarna merah untuk makanan.

pertama kali menggunakan ANGKAK, pewarna merah untuk makanan.

Hasilnya tidak akan sempurna sebagai Char Siu, tetapi setidaknya mengobati rasa penasaran bagaimana membuat daging merah. πŸ™‚

Tentang ninangablak

menulis rupa-rupa, mengamati, perjalanan, merenung, menikmati.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di CERITA DAPUR, OLAH DAGING dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s