Acar Manado, Segar dengan Bumbu Kuning

Saya sering nemu menu ini di prasmanan acara kawinan sebagai salah satu side dish gitu :-D. Adalah Acar Bumbu Kuning atau yang sebenarnya, katanya khas Manado (Acar Manado), ini tak kalah segar dengan acar ‘polos’ dari bahan utama yang sama, ketimun dan wortel.

Acar Manado alias Acar Bumbu Kuning.

Acar Manado alias Acar Bumbu Kuning.

Naaah, ketika saya punya banyak sekali wortel dari panenan kampung halaman, dan tentu saja persediaan ketimun yang tidak habis sekali lahap, jadilah menu Acar Manado. Hitung-hitung, acar bumbu kuning ini bisa sekaligus menjadi sayur & lauk untuk nasi hangat. Kalau acar polos kan agak kurang pas ya kalau di rumah cuma ada nasi doang hihi.

Percobaan pertama membuat Acar Manado ini hanya mengandalkan bumbu yang ada di rumah dan bahan yang sudah tersedia. Kalau diperhatikan mungkin kurang komplet tidak ada cabai merah atau mungkin ada yang menggunakan bawang merah siung utuh untuk campuran acarnya. Ternyata dengan bumbu dan bahan yang ada, rasanya sangat cukup dan sesuai bayangan rasa Acar Manado yang saya pikirkan, berikut ini praktiknya.

Bahan:
1 buah ketimun ukuran sedang, potong
2 batang wortel 3, potong
3 siung bawang merah, iris besar
Bumbu:
3 siung bawang putih, geprek lalu cacah
1 butir kemiri, iris tipis/haluskan
sepotong lengkuas
1 ruas kunyit, cacah/haluskan
2 daun salam
1 sdt garam
1 sdm cuka makan
1 sdt pasir
minyak sayur untuk menggoreng bumbu
1/2 gelas air/santan untuk memasak

bumbu dan bahan. yang saya gunakan adalah yang paling simpel.

bumbu dan bahan. yang saya gunakan adalah yang simpel.

Cara Membuat:
– Panaskan minyak, tumis bawang putih, kemiri, lengkuas, kunyit, dan daun salam hingga harum.
– Masukkan bahan potongan wortel dan ketimun dan aduk hingga layu.
– Tambahkan air/santan (bisa keduanya), bawang merah potong (cabe merah jika ingin pedas). Masak sampai air mendidih.
– Beri gula pasir, cuka, dan garam dan sesuaikan rasa dengan kematangan.
– Acar kuning siap untuk disantap.

 

Tentang ninangablak

menulis rupa-rupa, mengamati, perjalanan, merenung, menikmati.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di CERITA DAPUR, OLAH SAYUR dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s