Sayangi Nasimu: Separuh sisa nasi bungkus bisa jadi pemadam kelaparan di kos

Sebagai pekerja yang tinggal di kos belakangan ini, aktivitas dapur cukup terbatas bagi saya. Banyak memilih beli makanan jadi dan tinggal santap.

Nah, biasanya, kalau beli nasi bungkus atau paket fast food porsi nasinya bagi saya terlalu banyak. Alhasil, seringkali tidak habis. Sayang betul, kan?

Kondisi lainnya, saya tidak malu atau sungkan menyisihkan sebagian nasi yang tidak termakan untuk disimpan. Kenapa? karena sayang sekali kalau dibuang… dan sejauh ini saya bisa mengolahnya kembali menjadi makanan untuk santapan selanjutnya.

Saya enggak malu mengakui kalau suka menyimpan nasi dari misalnya; sebungkus nasi padang, sekotak nasi bebek madura, seboks nasi ayam fast food, dll. Sebagian nasi-nasi ‘sisa’ itu saya simpan di kontainer lalu masuk ke kulkas.

Pada saat dibutuhkan, pengalaman paling lama 3-4 hari, nasi bisa saya olah sebagai pemadam kelaparan, baik untuk sarapan, makan siang, bahkan makan malam. Biasanya saya bumbui menjadi nasi goreng model saya.

Bumbu simpel ala anak kos pun juga enggak ribet. Sedia bawang bombai, bawang putih, garam, saus tiram lee kum kee (cap panda), dan mentega. Syukur-syukur ada cabai dan tomat. Kalau telur itu sudah bisa jadi bahan andalan disimpan di kos, karena sewaktu-waktu bisa jadi pengganjal perut.

Bahan & bumbu nasi goreng simpel:

  • nasi secukupnya
  • bawang bombai sesuai selera cacah besar
  • 1 siung bawang putih, geprek
  • 2 cabai rawit, cacah
  • 1 sdm mentega untuk menggoreng bumbu
  • 1 sdt saus tiram
  • 1 sdt saus tomat atau potongan tomat segar
  • 1 butir telur
  • keju/sosis/daging suwir
  • jika dibutuhkan

Catatan

  1. (tidak pakai garam karena sudah asin dari saus tiram dan mentega)
  2. (saya tambahkan kurang lebih 5 sdm air atau menyesuaikan, untuk melembekkan nasi kering dingin. air dimasukkan bersama nasi saat proses memasak)

Selamat mencoba.

Tentang ninangablak

menulis rupa-rupa, mengamati, perjalanan, merenung, menikmati.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di CERITA DAPUR. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s